Beranda Kesehatan Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko dan Penanganannya

Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko dan Penanganannya

33
0
Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko dan Penanganannya
Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko dan Penanganannya

Ketuban pecah dini terjadi ketika kehamilan belum berusia 37 minggu. Kondisi yang dapat membahayakan ibu maupun bayi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Penanganannya pun perlu disesuaikan dengan usia kandungan ketika ketuban pecah.

Air ketuban adalah cairan di dalam kantong yang mengelilingi janin di dalam rahim. Dalam kondisi normal, kantong ketuban akan pecah tepat sebelum persalinan. Namun, ada kalanya ketuban pecah lebih cepat dari waktu yang seharusnya atau yang dikenal dengan ketuban pecah dini.

Penanganan ketuban pecah dini biasanya akan disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi janin di dalam kandungan, dan kondisi kesehatan ibu.

Berikut ini adalah beberapa penanganan yang akan dilakukan dokter berdasarkan saat terjadinya ketuban pecah dini:

  1. Usia kehamilan kurang dari 23 minggu
READ  Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Bius Total

Jika ketuban pecah dini sebelum kandungan berusia 23 minggu, maka dokter perlu mengevaluasi kondisi ibu dan janin untuk menentukan apakah kehamilan berisiko tinggi untuk tetap dipertahankan.

Kecil kemungkinan bayi yang lahir di usia kandungan ini untuk bisa bertahan hidup. Jika mampu, mereka cenderung akan memiliki cacat mental atau fisik.

Pada ketuban pecah dini di usia kehamilan yang masih sangat muda ini, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan pelemas rahim dan cairan ketuban tambahan (amnioinfusi).

  1. Usia kehamilan 23–34 minggu

Jika ketuban pecah dini di usia kandungan ini, biasanya dokter akan menyarankan untuk menunda kelahiran agar janin dalam kandungan memiliki cukup waktu untuk tumbuh dan berkembang.

READ  Macam-Macam Gangguan pada Telinga

Ibu hamil akan diberikan obat antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat kortikosteroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin.

  1. Usia kehamilan 34–37 minggu

Dokter kemungkinan akan menyarankan induksi persalinan agar bayi lahir beberapa minggu lebih awal jika ketuban pecah dini. Hal ini dilakukan guna menghindari bayi terkena infeksi.

  1. Usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Jika ketuban pecah dini terjadi saat usia kehamilan sudah melewati 37 minggu, janin dalam kandungan perlu segera dilahirkan. Semakin lama proses persalinan dilakukan, semakin besar peluang ibu hamil dan janin terkena infeksi.

Ibu hamil yang berisiko mengalami ketuban pecah dini seperti yang telah disebutkan di atas, dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ketuban pecah dini serta komplikasi yang dapat ditimbulkannya.

READ  Gejala Batu Ginjal yang Perlu Anda Kenali