Deretan Hoaks Berkaitan Radiasi, dari Sinar hingga Wifi

Hoaks perihal radiasi beredar di tengah masyarakat melewati media sosial, kabar dusta ini dikemas dengan narasi yang berlebihan sehingga bisa memunculkan kekhawatiran.

Sejumlah hoaks perihal radiasi bahkan sudah diungkap Cek Fakta Liputan6.com setelah mengerjakan penelusuran, berikut daftarnya.

Radiasi Wifi Sebabkan Kanker pada Anak
Klaim perihal radiasi wifi menyebabkan kanker pada si kecil beredar di media sosial. Informasi hal yang demikian disebarkan salah satu akun Facebook pada 23 September 2019 lalu.

Akun Facebook hal yang demikian mengupload narasi berisi cerita seorang si kecil yang terkena kanker darah sebab sinyal wifi.

Berikut narasinya:

Covid-19 yaitu Kuman yang Terpapar Radiasi
Klaim perihal Covid-19 yaitu bakteri yang terpapar radiasi beredar di media sosial. Klaim hal yang demikian beredar melewati https://poloclubapt.com/ pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp pada 5 April 2021.

Pesan berantai hal yang demikian berisi narasi bahwa Rusia yaitu negara pertama yang mengerjakan otopsi kepada jenazah korban Covid-19. Kesudahannya ditemukan bahwa Covid-19 bukan yaitu virus tetapi bakteri yang terpapar radiasi.

Berikut narasinya:

Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mengerjakan otopsi (post mortem) kepada jenazah Covid-19. Sesudah dijalankan penelusuran menyeluruh, ditemukan bahwa Covid-19 tidak ada dalam bentuk virus, tetapi bakteri yang sudah terpapar radiasi dan menggumpal melewati darah hingga menyebabkan kematian.

Penyakit Covid-19 sudah ditemukan menyebabkan pembekuan darah, yang menyebabkan pembekuan darah manusia dan pembekuan darah vena, yang membikin orang sulit bernafas sebab otak, jantung, dan paru-paru tidak bisa menyerap oksigen, menyebabkan orang mati dengan cepat.

Guna mengenal penyebab kurangnya daya pernafasan, dokter Rusia tidak memperdengarkan kesepakatan WHO, tetapi mengerjakan otopsi kepada COVID-19. Sesudah dokter membuka lengan, kaki, dan komponen tubuh lainnya dan memeriksanya dengan jitu, mereka menemukan bahwa pembuluh darah melebar dan berisi gumpalan darah, yang menghalangi aliran darah dan mengurangi aliran oksigen. Sesudah hal yang demikian bisa menyebabkan kematian pada tubuh.

Sesudah mengenal penelitian hal yang demikian, Kementerian Kesehatan Rusia seketika mengubah agenda pengobatan Covid-19 dan mengaplikasikan aspirin untuk pasien positif. Mulailah mengkonsumsi 100 mg dan Imromac. Kesudahannya, para pasien mulai pulih dan kesehatan mereka mulai membaik.

Sesudah jangka waktu inovasi ilmiah, dokter Rusia menerangkan bahwa penyakit ini yaitu tipuan global, dan sistem pengobatan ini menerangkan, “Ini tidak lain yaitu gumpalan di pembuluh darah (bekuan darah) dan sistem pengobatan.

Tablet antibiotik

Anti-inflamasi dan Minum antikoagulan (aspirin).

Untuk tujuan ini, kesepakatan sudah dikeluarkan di Rusia.

Bagikan kabar ini dengan keluarga, tetangga, kenalan, teman, dan kolega Anda sehingga mereka bisa menghilangkan rasa takut akan Covid-19 dan menyadari bahwa itu bukan virus, tetapi bakteri yang hanya terpapar radiasi.

orang dengan kekebalan rendah yang harus berhati-hati. Radiasi ini juga bisa menyebabkan peradangan dan hipoksia. Korban harus mengkonsumsi Asprin-100mg dan Apronik atau parasetamol 650mg.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.