Apakah Pola Makan Memengaruhi Kesehatan Mental?

Pola makan kita tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik kita, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan pada kesehatan mental kita.

Konsep bahwa diet dapat memengaruhi suasana hati, tingkat stres, dan fungsi kognitif kita kian mendapatkan perhatian luas dalam bidang psikiatri nutrisi atau nutrisi mental.

Dari kopi pagi hingga camilan petang, makanan yang dikonsumsi sehari-hari memiliki potensi untuk mengkoreksi atau bahkan memperburuk kesejahteraan mental kita.

Apakah pola makan memengaruhi kesehatan mental?

Mengabarkannya Healthline, ketika ini, ada bidang baru yang sedang berkembang yang disebut psikiatri nutrisi yang menekankan bagaimana diet dan nutrisi memengaruhi perasaan seseorang secara mental. Tujuannya yaitu untuk mendukung pengobatan kondisi kesehatan mental dengan perubahan diet dan gaya hidup.

Hal ini mungkin yaitu sesuatu yang dianggap enteng di masa lalu, tetapi sungguh-sungguh masuk logika bahwa makanan yang dimakan memiliki pengaruh yang sama kuatnya pada otak seperti halnya pada komponen tubuh kita yang lain.

Salah satu alasan kenapa opsi makanan demikian itu kuat memengaruhi otak kita yaitu sebab cara gastrointestinal kita atau yang lebih biasa disebut sebagai “perut” — sebetulnya sungguh-sungguh erat terhubung dengan otak.

Perut yaitu rumah bagi triliunan mikroba hidup yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh, seperti mensintesis neurotransmitter yang mengirim pesan kimia ke otak untuk mengontrol tidur, rasa sakit, nafsu makan, suasana hati, dan emosi.

Pun, kekerabatan antara keduanya demikian itu kompleks sehingga perut telah dijuluki “otak kedua.”

Secara formal, kekerabatan antara slot depo 10k keduanya disebut sebagai koneksi perut-otak atau sumbu perut-otak.

Relasi pola makan dengan kesehatan mental

Pola makan tertentu telah berkaitan dengan peningkatan kesehatan mental, termasuk gejala depresi, kecemasan, dan suasana hati secara biasa.

Kurangi risiko depresi dengan diet mediterania

Sebagian penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah menemukan kekerabatan antara pola makan, kesehatan usus, dan risiko depresi. Salah satu penelitian menemukan bahwa diet yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan serta rendah daging merah dan olahan berkaitan dengan 10 persen lebih rendah kemungkinan gejala depresi.

Untuk mengikuti diet Mediterania, Anda dapat meningkatkan asupan buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan produk susu, sambil mengontrol makanan goreng, daging olahan, kue-kue, dan minuman manis.

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.